Mesin Pencari
Tokoh Indonesia Akrab di Google
Jakarta 6/8/2008: Biografi para Tokoh Indonesia di situs
TokohIndonesia.com, mulai dari Soekarno (Bung Karno), Presiden Susilo
Bambang Yodhoyono, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais sampai Walikota
Bandung Dada Rosada sangat mudah dicari melalui mesin-mesin pencari
seperti Google, Yahoo dan lain-lain.
Keakraban Tokoh Indoensia dengan mesin-mesin pencari itu, khususnya
Google, pada pertengahan Juli 2008 dijahili oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab. Sehingga Google sempat ‘menolak’ pencarian Tokoh
Indonesia dengan mengingatkan pengguna bahwa situs ini mungkin berbahaya
bagi computer Anda.
Peringatan itu dilanjutkan dengan komunikasi intensif antara
TokohIndonesia.com dengan Google. Server TokohIndonesia dalam posisi
baik dan aman. Namun Data Safe Browsing Diagnostic dari Google
menunjukkan ada 4 (empat) dari 99 halaman di bagian Ensiklopedia Tokoh
Indonesia yang mengandung program berbahaya. Diperkirakan ada program
jahat yang terdiri atas 3 trojan yang bisa mungkin akan menginfeksi
komputer pengguna secara diam-diam.
Semula sempat diduga kejahilan itu berasal dari dalam negeri. Namun sesuai data Google, program jahat itu berasal dari alamat Internet
Protocols (IP) domain 85.255.118.0 dan 85.255.117.0, yang mengacu pada
lokasi di Negara Ukraina. Itulah sebabnya Google mengingatkan pengguna
dan menghalangi pencarian terutama pada bagian Ensiklopedi Tokoh
Indonesia.
Namun setelah TokohIndonesia.com berkordinasi dengan Google, kejahilan
orang yang tidak bertanggung jawab itu segera dapat diatasi. Google pun
segera mencabut peringatannya. Robot Data Safe Browsing Diagnostic dari
Google tidak lagi menemukan program berbahaya yang menghalangi pencarian
Tokoh Indonesia melalui mesin pencari Google.
Robot Data Safe Browsing Diagnostic dari Google Google bekerja menandai
sebuah situs sebagai mencurigakan atau berbahaya jika ditemukan adanya
halaman yang mengandung program berbahaya yang mungkin dimasukkan oleh
pihak tak bertanggungjawab melalui kelemahan pada situs tersebut.
Kasus yang dialami TokohIndonesia juga pernah menimpa situs-situs
terkemuka di Indonesia, seperti situs Departemen Keuangan, situs Metro
TV, WartaEkonomi dan HukumOnline. Bahkan situs WartaEkonomi.com sampai
hari ini (6/8/2008) masih juga dijahili dan ‘diingatkan’ dalam pencarian
Google. e-ti/bhs
|
|
|
|