Berita Pilpres:
Rakyat yang Menentukan
Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) putaran pertama akan berlangsung Rabu
8 Juli 2009. Kontestannya tiga pasang Calon Presiden dan Calon Wakil
Presiden (Capres-Cawapres). Yakni pasangan Megawati Soekarnoputri dan
Parabowo Subianto (Mega-Prabowo) bernomor urut 1, pasangan Susilo
Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY-Boediono) bernomor urut 2, serta
pasangan Muhammad Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Wiranto) bernomor urut 3.
Ketiga pasangan ini bersaing ketat. Siapa di antara ketiga pasangan ini
yang akan terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
(2009-2014) dan apakah Pilpres akan berlangsung satu putaran atau dua
putaran? Tentu rakyatlah yang akan menentukan.
Namun, sebelum rakyat (kita) menentukan dan menjatuhkan pilihan, lima
menit di TPS, kita perlu menimbang dengan cermat, karena pilihan kita (rakyat)
akan sangat menentukan dinamika perjalanan bangsa dan negara ini, paling
tidak dalam lima tahun ke depan. Selain menimbang dengan
pertimbangan-pertimbangan subyektif (kepentingan) kita sendiri, kita
juga perlu menimbang secara obyektif, siapa ketiga pasangan itu yang
terbaik memimpin Indonesia, menjawab tantangan dan menyejahterakan
Indonesia lima tahun ke depan.
Dalam kesempatan ini, tentu kita berasumsi bahwa ketiga pasangan itu
adalah putra-putri terbaik bangsa. Sebab, paling tidak secara formal (konstitusi
dan undang-undang), mereka telah memenuhi persyaratan sebagai
Capres-Cawapres. Selain, juga tentu mereka telah memiliki jejak rekam
perjuangan masing-masing.
Megawati Soekarnoputri, adalah puteri proklamator dan Presiden RI
pertama, Bung Karno. Sebagai putri proklamator, tentulah punya
pengalaman tersendiri, apalagi pada era Orde Baru selalu mendapat
tekanan. Namun, di tengah tekanan itu, Megawati masih mampu berjuang
sehingga terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia, yang
kemudian menjadi Partai Indonesia Perjuangan (PDIP), partainya wong
cilik dan memenangkan Pemilu pertama pada era reformasi. Lalu, terpilih
menjadi Wakil Presiden 1999 -2001 dan Presiden 2001-2004.
Begitu pula pasangannya (cawapres) Prabowo Subianto adalah putra begawan
ekonomi Prof Sumitro Djojohadikusuma dan mantan menantu Presiden
Soeharto. Dia seorang jenderal lapangan (komando) yang dibesarkan dalam
lingkungan cendekiawan. Pernah memimpin pasukan elit TNI AD, Kopassus
dan Kostrad, sebelum akhirnya dipesiunkan dini dan menjadi pengusaha
sukses. Kemudian ingin mengabdi dengan tekad mewujudkan ekonomi
kerakyatan, dengan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Partai ini meraih suara signifikan dalam Pemilu Legislatif yang
menganatarkannya menjadi Cawapres.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seorang putra prajurit yang menjadi
lulusan terbaik Akademi Militer 1973. Karir militernya ditapaki hingga
meraih pangkat jenderal. Ia dikenal dengan julukan jenderal yang
berpikir. Karirnya sukses sebagai staf pemikir dalam TNI. Reformasi
membawa angin segar kepadanya setelah dipercaya Abdurrahman dan Megawati
menjadi menteri. Sambil memelihara popularitas sebagai menteri, ia pun
diam-diam mendirikan Partai Demokrat. Hanya beberapa hari menjelang
Pemilu 2004, ia mengundurukan diri dari jatan Menko Polkam dan akhirnya
terpilih sebagai Presiden RI 2004-2009 berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Sedangkan pasangannya, Prof Dr Boediono adalah seorang ekonom, birokrat
profesional. Ekonom bertangan dingin ini juga berkibar di era reformasi,
menjadi menteri keuangan di era pemerintahan Megawati. Kemudian dibujuk
SBY menjadi Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu sampai kemudian
terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Ia amat sedih diisukan
beraliran neoliberal, karena menurutnya ia berjuang demi rakyat.
Jusuf Kalla, putera pengusaha terkenal dari Makssar, Haji Kalla.
Dibesarkan dalam lingkungan pengusaha, dia sangat gusar melihat gerak
lambat, biar lambat asal selamat. Ia terlatih menghadapi tantangan dan
kesulitan serta memanfatkan peluang dengan cepat dan tepat. Ia pun
menjadi pengusaha sukses. Karir politiknya berkibar pada era reformasi,
setelah diangkat Gus Dur menjadi Menteri Perdagangan dan oleh Megawati
sebagai Menko Kesra. Sebagai Menko Kesra ia berhasil menangani
perdaamain Poso. Kemudian, kader Golkar ini terpilih menjadi Wakil
Presiden 2004-2009 bersama SBY.
Wiranto, seorang militer yang karirnya mencapai puncak sebagai Panglima
ABRI/TNI dan Menko Polkam. Ia dalah mantan ajudan Presiden Soeharto.
Menapaki karir militer sebagai pemegang kendali komando. Karir
politiknya diwarnai kesempatannya menjadi Calon Presiden Pemilu 2004
setelah memenangkan konvesi Capres Partai Golkar. Setelah itu, ia pun
mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang berhasil meraih suara
signifikan Pemilu 2009, yang mengusungnya menjadi Cawapres.
Demikianlah, ketiga pasangan ini memiliki kelebihan masing masing. Mega-Prabowo
mengedepankan ekonomi kerakyatan, SBY-Boediono pemerintahan yang bersih
dan JK-Wiranto kemandirian bangsa. Ketiganya bertujuan menyejahterakan
rakyat. Ketiga pasangan adalah yang terbaik. Dan, siapakah yang lebih
terbaik dari yang terbaik, kitalah yang menentukan, apakah itu dalam
Pilpres satu putaran atau dua putaran. Redaksi ► Berita Indonesia 68
*TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Klik: Komentar Anda?
|
|
|
|