|
|
Mesin Pencari
Jakarta 6/8/2008: Biografi para Tokoh Indonesia di situs
TokohIndonesia.com, mulai dari Soekarno (Bung Karno), Presiden Susilo
Bambang Yodhoyono, Megawati Soekarnoputri, Amien Rais sampai Walikota
Bandung Dada Rosada sangat mudah dicari melalui mesin-mesin pencari
seperti Google, Yahoo dan lain-lain.
Partai Kebangkitan Bangsa
Jakarta, Jumat, 25 Juli 2008: Pemerintah melalui surat keputusan
Menhuk HAM 24 Juli 2008. mengesahkan kepengurusan yang sah Partai Kebangkitan Bangsa, dengan
Ketua Umum Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal Lukman Edy.
Parpol Deklarasi Bersama
Berita Tokoh 12/7/2008: Para pimpinan 34 partai politik kontestan Pemilu
2009 secara bersama mendeklarasikan (berjanji): akan melakukan kampanye
damai, tertib, aman dan lancar; dan akan melakukan kampanye secara penuh edukatif
dan bertanggungjawab demi kepentingan bangsa dan negara.
Pemilu 2009
Jakarta, 10 Juli 2008: Kampanye Pemilu 2009 sudah dimulai Sabtu 12
Juli 2008 dan akan berlangsung selama sembilan bulan tujuh hari. Namun,
KPU membatasi jumlah peserta kampanye dan
hanya boleh dengan pertemuan terbatas. Rapat umum baru bisa digelar
selama 21 hari menjelang Pemilu 9 April 2009
KPU Undi
Jakarta, 9/7/2008: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (9/7/2008) di Jakarta,
melakukan undian nomor urut partai politik untuk
Pemilu 2009. Undian itu dihadiri dan dilakukan para pimpinan partai.
Hanura No.1, Gerindra 5, Barnas 6, PKS 8, PAN 9, PKB 13, Golkar 23, PPP
24, PDS 25, PDIP 28, PD 31. Berikut ini urutannya:
KPU Umumkan
Jakarta 7 Juli 2008: Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Senin (7/7/2008) malam, mengumumkan 34 partai politik nasional
yng
ditetapkan sebagai peserta Pemilihan Umum 2009. Terdiri dari 16 parpol
lama yang memiliki kursi di DPR dan 18 parpol baru
yang lolos verifikasi faktual. Juga 6 partai politik lokal di Aceh.
Wapres Jusuf Kalla
Jakarta, Sabtu 28/6/2008: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak para
tokoh pemimpin bangsa untuk menghindari kepemimpinan yang membawa bangsa
Indonesia menjadi bangsa pemarah terlebih dengan alasan agama.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Jakarta, 24 Juni 2008: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato
pembukaan 2nd World Peace Forum, di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (24/6)
malam menegaskan, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.
Prof Ris Syamsuddin Haris
Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa
Agung tentang nasib Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah contoh mutakhir
bahwa pemerintah cenderung bekerja berdasar tekanan publik. Pemerintah
tidak memiliki orientasi dan visi yang jelas, ke mana bangsa ini hendak
dibawa.
Pdt Langsung Maruli Sitorus:
Pendeta Mangaradja Hezekiel Manullang telah membantu melayarkan suatu
perahu, yang didalamnya Batak dan Indonesia menyatu. Dari dia orang dapat tahu, berpolitik dan berpartai bukan suatu
hal yang tabu, pendeta pun bisa menjadi pelaku, asal demi bangsa,
kerukunan dan kemajemukan yang menyatu.
Penghargaan LH
Jakarta Kamis, 5 Juni 2008: Sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas
peran warga atau kelompok masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup,
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Kalpataru dan
Adipura di Istana Negara. Kamis (5/6) pagi di Istana Negara.
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Survei Indo Barometer
Jakarta, 29 Juni 2008: Untuk pertama kali Megawati Soekarnoputri
mengungguli popularitas SBY. Survei Indo Barometer
5 Juni-16 Juni 20, dengan 1.200 responden di 33 provinisi, untuk
pertanyaan tertutup siapa calon presiden, 30,4 persen responden
memilih Megawati Seokarnoputri, dan SBY 20,7 persen.
Ch Robin Simanullang
Bagian Satu: Setiap kali mengunjungi Al-Zaytun, kami selalu menemukan
inspirasi yang menjadi pencerahan dan guide to action untuk
berbudaya toleransi dan perda-maian. Inspirasi yang memberi
jawaban, bagaimana agar setiap orang (penulis) melalui karyanya menjadi
berguna bagi sesama dan rahmat bagi semesta alam.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Djoko Santoso
(Refleksi Satu Abad Kebangkitan Nasional, oleh Jenderal Djoko Santoso
Panglima TNI). Di tengah-tengah se-mangat kita mengusung reformasi
nasional menuju masa depan bangsa yang lebih baik, kita pun dirisaukan
dengan berbagai fenomena yang mengindikasikan menurun-nya semangat
nasionalisme bangsa kita.
|
|