BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Sebelumnya
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
Opini Pilpres

Matematika Politik Jusuf Kalla


Oleh MUSTAFA HAJI ALWY

Matematika ekonomi Jusuf Kalla hampir selalu benar dalam keputusan ekonomi. Hal itu dibuktikan selama menjabat sebagai arsitek ekonomi dalam rentang 2004-2009. Ia pun digelar the real president. Diyakini, matematika politik JK dalam Pilpres kali ini pun akan benar.


Matematika politik Jusuf Kalla juga muncul saat mengkalkulasi suara. Jusuf Kalla optimis, karena Partai Demokrat hanya memperoleh 20 juta suara, saat pemilihan anggota legislatif, 9 April 2009 silam. Padahal, ada 170 juta suara. Artinya, ada 150 juta suara tidak memilih Demokrat. 50 juta diantaranya adalah golongan yang tidak memilih alias Golput.


Angka-angka itu menunjukkan bahwa sebenarnya sangat kecil jumlah pemilih Demokrat. Jauh lebih banyak pemilih yang tidak memilih Demokrat. Karena itu, jumlah pemilih yang terpengaruh iklan-iklan Demokrat, yang belakangan “digugat” karena “free-rider”, sebenarnya juga kecil.


Orang-orang yang tidak memilih Demokrat, sangat besar kemungkinan juga tidak memilih SBY. Jusuf Kalla benar bahwa Demokrat=SBY, SBY=Demokrat. Dalam matematika, itu disebut identitas (identity).


Identitas itu menunjukkan persepsi orang-orang mengenai Partai Demokrat, adalah juga persepsi mengenai SBY. Pikiran dan tindakan Demokrat, adalah juga pikiran dan tindakan SBY. Keputusan “berani salah” memilih Boediono adalah keputusan Demokrat dan SBY. Keputusan beriklan “free-rider” adalah keputusan Demokrat dan SBY.


Sangat besar kemungkinan kaum Golput akan masuk dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Pemilih Golput adalah pemilih kritis. Masuknya mereka dalam Pilpres 2009 untuk memenangkan calon presiden yang hak, paling masuk akal membuat perubahan yang lebih baik.


Suara yang tidak memilih Demokrat, dan suara Golput sangat besar kemungkinan akan memilih, mendukung dan memenangkan Jusuf Kalla-Wiranto.


Suara Jusuf Kalla-Wiranto
Jusuf Kalla-Wiranto akan mendapat suara dari umat Islam. Jusuf Kalla-Wiranto memiliki latarbelakang panjang dengan umat Islam. Orang tua Jusuf Kalla adalah tokoh NU, orang tua Wiranto adalah tokoh Muhammadiyah. Perhatian, kedekatan, serta pemihakan Jusuf Kalla kepada umat Islam dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Pemikiran, sikap dan tindakan-tindakan Jusuf Kalla adalah nilai-nilai Islami. Religius, profesional, komitmen dengan pekerjaan, pekerja keras, kepemimpinan membumi, rendah hati, ramah, murah senyum, memihak yang benar, cerdas, rasional, obyektif, jujur, cepat dalam berfikir dan bertindak, tabah, tawakal, tahu hak, adalah kepribadian Jusuf Kalla.


Jusuf-Wiranto juga akan mendapatkan suara dari rakyat. Jusuf Kalla adalah pemimpin yang manusiawi. Liberalisasi IMF saat krisis ekonomi 1998-1998 ditolak, karena akan makin memiskinkan kaum petani. Pun, begitu juga dengan kebijakan tataniaga Orde Baru. Saat menjabat wakil presiden, program-program yang meringankan beban hidup orang-orang miskin digulirkan. Jusuf Kalla memprakarsai bantuan langsung tunai (BLT), konversi gas, program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM), bantuan operasional sekolah (BOS), dan sebagainya. Semua program itu belum pernah ada sebelumnya. Dipikirkan, dirancang, dikomandoi oleh Jusuf Kalla. Itulah Jusuf Kalla, pemimpin yang dicintai rakyat, karena kepribadian, sikap serta tindakannya.


Jusuf Kalla-Wiranto juga akan mendapatkan suara dari dunia pendidikan. Kesadaran akan pentingnya pendidikan dilakukan sejak muda. Memiliki yayasan pendidikan, aktif dalam civitas akademika UNHAS. Jusuf Kalla aktif mengunjungi lab-lab. penelitian di seluruh pelosok negeri, serta mempelopori APBN 20% untuk pendidikan.


Jusuf Kalla-Wiranto juga akan mendapatkan suara dari dunia usaha. Jusuf Kalla selalu berfikir rasional, efisien, peduli daya saing nasional. Jusuf Kalla selalu mengutamakan produksi dan ekspor, daripada selalu impor. Cara berfikir Jusuf Kalla akan membuat negara lebih mandiri dan makmur.


Jusuf Kalla-Wiranto akan mendapatkan suara dari dunia pemerintahan. Jusuf Kalla-Wiranto berpengalaman lebih lama dalam dunia pemerintahan. Jusuf Kalla pernah menjadi Kepala Bulog, Menkokesra, sebelum jabatan wakil presiden. Wiranto adalah mantan pejabat karier di dunia militer, pernah menjadi Kasad serta Pangab TNI.


Jusuf Kalla-Wiranto akan mendapatkan suara dari non-Muslim. Jusuf Kalla adalah orang yang tidak suka cara kekerasan. Jusuf Kalla pernah mendamaikan kelompok Muslim dan Kristen yang bertikai di Ambon dan di Poso, serta kelompok bersenjata GAM dan TNI di Aceh.


Semua itu membuat Jusuf Kalla-Wiranto membuat optimis, lebih disenangi dan dipilih untuk menjalankan amanah pemerintahan 2009-2014.

MUSTAFA HAJI ALWY, SP, M.Si
Mustafahajialwy@ymail.com

Global Institute for Sustainable-Balanced Development
Owner, Founder, Head;Consultant
(tidak mewakili organisasi/institusi penulis)


*TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

  OPINI LAINNYA  
= Matematika Politik Jusuf Kalla
= PDIP: Solusi Buat Wong Cilik
= PDIP Tak Kapok Dipermainkan Golkar
= Pemilu Lahirkan Peta Politik Baru
= Pilih dengan Cerdas
= Awas Racun Politik Uang
= Amerika Mau Mendengar